Langsung ke konten utama

Postingan

Hubungan Pintar dan Tenang

Pikiran itu pintar. Hati itu tenang. Ketika kepintaran malah tidak bikin tenang, maka itu tanda agar lebih mendengarkan suara hati.
Postingan terbaru

Tokoh yang Pantas

Menjelang musim tokoh. Ada yang memang tokoh. Ada yang ditokohkan. Ada yang menokohkan diri. Pilih hati-hati dengan hati!

Kemreseg Noise

Tanpa noise. Kalau mendengar lewat radio ada suara kemreseg, mendengarkan langsung di tempat pemancar siaran sensasinya berbeda. Tak ada suara berisik. Jernih. Bening. Suaranya jelas.
Informasi berisik yang ada di mana-mana, bisa jadi itu sudah lewat medium-medium yang bermacam-macam: TV, koran, portal berita, radio, media sosial, dll. Coba datang langsung dan saksikan sendiri apa yang terjadi, maka akan didapat pandangan yang sangat jauh lebih jernih.

Kenyataan Pikiran

Kenyataan jangan dipaksa menuruti pikiran. Cepat atau lambat, kelelahan dan capek akan mendatangi. Apapun kenyataannya, pikiran yang mengikuti dan mensyukuri aliran kehidupan, akan menemukan keindahan.

Penting yang Tidak Perlu

Terlalu banyak hal-hal tidak perlu yang dilakukan manusia modern hingga merasa bingung harus berbuat apalagi untuk menghadapi kehidupannya yang semakin berat. Kalau tidak perlu buka HP, ya jangan buka HP. Toh jaman dulu tidak ada HP, manusia juga tidak mati. Jika tidak butuh nonton TV, ya tidak usah nonton. Jangan mengada-adakan pembicaraan, jika tidak perlu ada yang diomongkan. Kalau memang butuh merasa ringan dalam menjalani kehidupan, maka pegang prinsip yang satu ini : kalau tidak perlu, ya tidak usah.

Cap Orang

Tidak ada orang yang dicap tidak baik. Semua orang defaultnya adalah dipercaya, sampai orang tersebut berperilaku yang membuat orang jadi kurang percaya kepadanya. Itupun bertahap. Ia tidak serta merta langsung tidak dipercaya hanya karena sebuah perbuatan. Tidak. Tapi karena perbuatan yang berkali-kali. Dari 100% berkurang jadi 90%, kemudian 80%, 50%, 30%, terus lanjut turun hingga tingkat 0%. Di titik nol persen itulah dia sudah tidak dipercaya lagi.

Buru-buru Pelan

Pelan-pelan di jaman serba instan memang tidak menyenangkan. Buru-buru sungguh menghancurkan. Pelan-pelanlah saat terburu-buru.