Langsung ke konten utama

Postingan

Waktu, apakah itu waktu?

Waktu terkadang terasa lama, ketika menunggu atau mengerjakan sesuatu yang tak disukai. Waktu terasa amat cepat saat melakukan hal-hal yang menjadi kesenangan hati. Padahal waktunya sama. Ia tetap. Tetap 24 jam sehari. Lama dan cepatnya waktu, tidak bergantung dengan kenyataannya. Cepat dan lambatnya waktu tergantung suasana batin orangnya.
Waktu terdiri dari dari saat ini, nanti, dan tadi. Saat membaca kata “sekarang”. Saat ini kata itu sudah berlalu. Sudah menjadi masa lalu. Sudah berada di masa silam. Sudah bukan masa kini. Masa lalu tersusun oleh tindakan perbuatan saat ini. Sejarah Anda ditentukan tindakan Anda sekarang. Saat ini, masa sekarang sedang menyusun masa depan.Imajinasi pikiran Anda mungkin menerawang masa depan. Namun kenyataannya, masa depan tak dapat dilampaui masa kini. Sebagaimana tidak bisa berada di masa lalu, Anda pun tidak bisa berada di masa depan. Satu-satunya yang bisa dijalani adalah saat ini. Namun adakah garis pembatas yang jelas antara tadi, kini, dan …
Postingan terbaru

Kemreseg Noise

Tanpa noise. Kalau mendengar lewat radio ada suara kemreseg, mendengarkan langsung di tempat pemancar siaran sensasinya berbeda. Tak ada suara berisik. Jernih. Bening. Suaranya jelas.
Informasi berisik yang ada di mana-mana, bisa jadi itu sudah lewat medium-medium yang bermacam-macam: TV, koran, portal berita, radio, media sosial, dll. Coba datang langsung dan saksikan sendiri apa yang terjadi, maka akan didapat pandangan yang sangat jauh lebih jernih.

Kenyataan Pikiran

Kenyataan jangan dipaksa menuruti pikiran. Cepat atau lambat, kelelahan dan capek akan mendatangi. Apapun kenyataannya, pikiran yang mengikuti dan mensyukuri aliran kehidupan, akan menemukan keindahan.

Penting yang Tidak Perlu

Terlalu banyak hal-hal tidak perlu yang dilakukan manusia modern hingga merasa bingung harus berbuat apalagi untuk menghadapi kehidupannya yang semakin berat. Kalau tidak perlu buka HP, ya jangan buka HP. Toh jaman dulu tidak ada HP, manusia juga tidak mati. Jika tidak butuh nonton TV, ya tidak usah nonton. Jangan mengada-adakan pembicaraan, jika tidak perlu ada yang diomongkan. Kalau memang butuh merasa ringan dalam menjalani kehidupan, maka pegang prinsip yang satu ini : kalau tidak perlu, ya tidak usah.

Cap Orang

Tidak ada orang yang dicap tidak baik. Semua orang defaultnya adalah dipercaya, sampai orang tersebut berperilaku yang membuat orang jadi kurang percaya kepadanya. Itupun bertahap. Ia tidak serta merta langsung tidak dipercaya hanya karena sebuah perbuatan. Tidak. Tapi karena perbuatan yang berkali-kali. Dari 100% berkurang jadi 90%, kemudian 80%, 50%, 30%, terus lanjut turun hingga tingkat 0%. Di titik nol persen itulah dia sudah tidak dipercaya lagi.