Langsung ke konten utama

Waktu, apakah itu waktu?

Waktu terkadang terasa lama, ketika menunggu atau mengerjakan sesuatu yang tak disukai. Waktu terasa amat cepat saat melakukan hal-hal yang menjadi kesenangan hati. Padahal waktunya sama. Ia tetap. Tetap 24 jam sehari. Lama dan cepatnya waktu, tidak bergantung dengan kenyataannya. Cepat dan lambatnya waktu tergantung suasana batin orangnya.

Waktu terdiri dari dari saat ini, nanti, dan tadi. Saat membaca kata “sekarang”. Saat ini kata itu sudah berlalu. Sudah menjadi masa lalu. Sudah berada di masa silam. Sudah bukan masa kini. Masa lalu tersusun oleh tindakan perbuatan saat ini. Sejarah Anda ditentukan tindakan Anda sekarang. Saat ini, masa sekarang sedang menyusun masa depan.Imajinasi pikiran Anda mungkin menerawang masa depan. Namun kenyataannya, masa depan tak dapat dilampaui masa kini. Sebagaimana tidak bisa berada di masa lalu, Anda pun tidak bisa berada di masa depan. Satu-satunya yang bisa dijalani adalah saat ini. Namun adakah garis pembatas yang jelas antara tadi, kini, dan nanti?

Waktu pagi menjelang, malam menghilang. Saat malam datang, matahari tenggelam. Waktu bersiklus. Dia berputar. Pagi, siang, sore, petang, malam, fajar, kembali ke pagi lagi. Begitu seterusnya. Itu yang bergerak waktunya, atau buminya? Itu yang bergerak rotasi tata suryanya atau waktunya? Apakah waktu itu diam, sedangkan alam semesta yang bergerak? Manakah yang statis? Manakah yang dinamis? Apapun jawabannya, Anda harus aktif.

Manusia berada di saat ini, fisiknya. Namun pikiran dan jiwanya mungkin berada di masa lampau mungkin juga masa mendatang. Ada energi terbuang saat fikiran berada di masa lalu, saat memikirkan hal-hal yang sekarang menjadi penyesalan. Saat menyesal, menyesallah sejadi-jadinya. Karena puncaknya penyesalan adalah munculnya pelajaran, buah kebijaksanaan.